Tuesday, November 27, 2012

Peta Konsep Membran Luar dan Komponen Permukaan Sel

http://www.scribd.com/doc/114625624

Peta Konsep organisasi Intrasel

http://www.scribd.com/doc/114625232

Peta Konsep Transduksi Energi Dalam Sel


Qmu lihat ya,,

http://www.scribd.com/doc/114624481

Peta Konsep Biosintesis, Modifikasi,dan Jalur Sekresi Sel

http://www.scribd.com/doc/114623973

Peta Konsep Pencernaan dan Oksidasi Intrasel

http://www.scribd.com/doc/114623641

Peta Konsep Nukleus

http://www.scribd.com/doc/114622755

Organela Yang Terlibat Dalam Jalur Biosintesis Dan Tahap Reaksi Biosintesisnya


BAB I
PENDAHULUAN

            Untuk menjaga keteraturan metabolisme dan pertumbuhan, sel perlu melakukan pengaturan, antara lain, pengaturan sintesis protein.  Kontrol genetik  yg dilakukan mengacu pada pengendalian transkripsi mRNA yg dibutuhkan untuk sintesis protein.
            Pada sel prokariotik, proses pengaturan ini melibatkan induksi atau represi sintesis enzim oleh protein regulasi yang dapat mengikat DNA , baik memblok atau meningkatkan fungsi RNA polimerase, enzim yang diperlukan untuk transkripsi. Protein regulasi merupakan bagian dari salah satu operon atau regulon.  Regulatory protein dapat berfungsi baik sebagai represor atau aktivator
            Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.
            
BAB II
PEMBAHASAN

            Seluruh kegiatan biosintesis, modifikasi hasil biosintesis dan jalur sekresi diaur oleh bahan inti dan dilaksanakan oleh organelle khusus sel. Organella yang berperan dalam proses biosintesi diantaranya Retikulum Endoplasma, Ribosom dan Kompleks Golgi.

A. RETIKULUM ENDOPLASMA
            Retikulum Endoplasma apabila diamati tampak berupa lembaran yang terlipat-lipat, mengelilingi suatu ruangan yang disebut lumen atau sisterna yang berbentuk labirin. Apabila diamati lebih dalam RE terdiri dari tubulus-tubulus, vesikel dan kantong-kantong pipih yang menempati ruang sitoplasma. Membrane RE sifatnya kontiniu dan tidak terputus, serta tertutup membentuk lumen yang memisahkan dengan lingkungan sitoplasma.
            Retikulum Endoplasma terdiri dari dua bentuk yaitu Retikulum Endoplasma kasar atau Retikulum Endoplasma granular disebut demikian karena permukaan luar membrannya ditempeli oleh ribosom dan Retikulum Endoplasma halus atau Retikulum Endoplasma agranular disebut demikian karena permukaan luar membrannya tidak ditempeli oleh ribosom.


Gambar 1. Retikulum endoplasma kasar dan Retikulum endoplasma  halus.
            Keduanya berbeda dalam bentuk dan susunannya, REK merupakan tumpukan kantong-kantong pipih yang disebut sisterna, sedangkan REH merupakan anyaman saluran-saluran halus. Fungsi membrane RE tidak simetris, meskipun ketidaksimetrisan ini tidak hanya tergantung pada ada tidaknya ribosom saja (Sumadi dan Aditya Marianti,2007).