Tuesday, November 26, 2013

Peralihan Tempat Wisuda Unimed tahun 2013

Dua perempuan sedang berdebat di depan Biro Rektor Universitas Negeri Medan, Kamis (17/10). Perdebatan mereka sangat alot.  Mereka tengah mendebatkan soal uang wisuda yang 350 ribu. Perempuan pertama tidak terima dengan besaran uang wisuda itu. “Kenapa kita harus membayar uang wisuda sebesar 350 ribu sementara serbaguna yang kita gunakan saat wisuda kan fasilitas kampus?” Ia meninggikan suaranya.

Teman bicaranya memberikan penjelasan. Suaranya terdengar lembut. Pembawaannya tenang. “Itu bukan uang wisuda aja loh,” katanya sembari menatap mata rekannya itu, “itu udah ikut uang yudisium.”

Tak sampai di situ penjelasannya. Ia cepat-cepat melanjutkan. “Menurutku,” sejenak ia berhenti. Menarik nafas. “Itu udah murah loh, bandingin aja sama universitas lain, cuma kita yang murah loh.”

Perempuan pertama belum bisa menerima penjelasan rekannya. Ia lekas menyahut, “iya, tapi mereka kan menyewa gedung tempat wisuda, sementara kita kan punya gedung sendiri.”
Perempuan kedua memotong. “Pokoknya kita dah murah loh”.

Saturday, November 23, 2013

Libur Semester 4

Aku begitu malas bila akan mengunjungi rumah oppung di Balige. Adikku Rio selalu membujukku untuk menemaninya kesana. Dia sangat senang berada di kampung, tetapi aku tidak begitu.

Tak terasa liburanku sudah berlalu selama dua minggu. Tapi aku tidak pernah kemanapun. Perjalanan terjauhku dari rumah adalah Gereja, itu pun hanya 100 meter dari rumahku. Aku hanya berdiam diri di rumah. Bekerja membantu pekerjaan rumah. Kali ini aku menjadi koki dan laundry gratis dirumah. Tapi itu tak membuatku mengeluh.

Liburan anak sekolah di mulai sejak tanggal 23 Juni kemaren. Adikku Rio mengajakku berliburan ke kampung oppung di Balige. Sebenarnya aku tidak suka liburan disana. Karena aku tidak memiliki teman sepermainan disana. Lagi pula udara disana sangat dingin. Aku sungguh tidak suka udara yang dingin. Tapi karena Rio membujukku, akhirnya aku mau pergi bersamanya.

Sunday, September 22, 2013

Persekutuan Kelompok Kecil

Bersyukur pada Tuhan buat kesempatan indah yang Tuhan berikan untuk kita boleh memiliki kelompok kecil hingga pada saat ini.
Persekutuan bukan hanya berarti hadir dalam kebaktian di gereja saja. Persekutuan yaitu ketika kita sebagai orang Kristen dapat berinisiatif untuk hidup bersama dengan rukun. Seperti yang tertulis di Mazmur 133:1 “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun”. Didalam persekutuan terdapat kasih yang tulus, tidak mementingkan diri sendiri, sharing tentang permasalahan hidup, saling menguatkan dan bersedia memberikan waktu dan tenaga untuk menolong sesama.
Dalam kelompok kecil, kita tidak hanya duduk berdiskusi tentang bahan. Disini dituntut sikap terbuka dari setiap anggota kelompok kecil. dimana kita harus berusaha bersikap jujur atas apa saja yang menjadi permasalahan hidup kita. Saling berbagi masalah yang kita alami, saling berdiskusi untuk mencari solusi untuk masalah tersebut, dan akhirnya kita mungkin akan mendapatkan solusi dari teman-teman untuk membantu kita menyelesaikan masalah kita.
Kita merasa yakin dalam persekutuan kelompok kecil, dalam kondisi yang saling mendoakan, dan saling menguatkan teman seiman dalam setiap masalah. Kita tidak harus takut teman-teman kita akan bercerita diluaran sana. Karena kelompok kecil terbuka didalam dan tertutup diluar. Jadi kita harus membuang jauh-jauh rasa takut untuk menceritkan masalah yang menimpa hidup kita. Saling percaya pada teman kelompok kecil kita dan tetap lah menjaga kepercayaannya.
Dalam kelompok kecil, kita akan bahagia bila salah satu dari kita mengalami keberhasilan dalam study atau yang lainnya. Tertawa bersama, dan kita juga turut bersedih bila ada teman kita yang sedih. Kebersamaan akan sangat tampak jika seperti itu.

Dalam kelompok kecil, karakter tiap anggota  pasti berbeda-beda. Persekutuan kita akan semakin indah bila kita mampu saling memahami karakter teman-teman kita. Jangan berharap teman-teman kita yang mengerti kita terlebih dahulu. Mari kita menjadikan kelompok kecil menjadi persekutuan yang indah untuk kemuliaan Tuhan!

Sunday, June 2, 2013

Perjalanan ke Perkantas 26 Mei 2013

Waktu menunjukan pukul setengah dua. Aku menghentikan tanganku yang sedang mengerjakan tugas-tugas kuliah yang tidak pernah berakhir. Aku bersiap-siap berangkat ke sekret  PERKANTAS yang  berada  di jalan Harmonika gang berlian Tanjung Sari. Aku segera memasukkan laptop, buku-buku, dan baju ganti kedalam tas. Hari ini aku berencana menginap di kos kawanku untuk belajar bersama karena besok kami akan ujian.
Rin, sehabis dari perkantas kau langsung ke kos kawanmu ya? Tanya teman satu kamarku. “Iya jel”, jawabku singkat sambil menyisir rambutku. Sebelum berangkat aku periksa lagi tasku untuk memastikan tidak ada yang ketinggalan. “Pergi ya jel” kataku pada jelita. “Iya, hati-hati ya”, sahutnya. Aku langsung menuruni tangga kos ku. aku langsung menaiki angkot 103 yang berhenti tepat di hadapanku. Aku dan teman-temanku janji ketemu di jalan Pancing, dan mereka sudah tiba disana 10 menit yang lalu. Sesudah sampai aku langsung menemui mereka. senyum manis tersungging dibibir mereka menyambut kehadiranku. “Sorry ya lama nunggu”, kataku. “Gak apa-apa kok”, jawab mereka. “mana kak riris?”, tanyaku. “Masih di jalan menuju kemari”, jawab salah satu dari mereka.
Lantas kami menunggu kakak kami yang bernama Riris. Karena kami memang tidak tahu jalan ke Perkantas. Setelah cukup lama menunggu, dan yang ditunggu-tunggu pun tidak kunjung datang membuat kami bosan. Mataku tertuju pada gadis cantik di seberang jalan sana, ku pastikan lagi dengan semakin memperhatikannya. Dan ternyata dia adalah kak Missi. Dia berjalan ke arah kami. “Mana kak riris dek?” Tanyanya pada kami. “Masih di jalan kak”, jawabku.
“Lama sekali kak riris ini”,gerutuku dalam hati. Aku merasa kakiku sudah lelah berdiri terus, ditambah lagi panas matahari ini. setelah kurang lebih satu jam menunggu, akhirnya orang yang di tunggu-tunggupun tiba.  Sekarang kami tinggal menunggu angkot kuning  no 10 menuju Perkantas. Ternyata angkotnya pun tak kunjung datang. Ini benar-benar membuatku geram. Air minum pun mulai berkurang. Aku menghapus keringatdi kening ku dengan tangan. Siang itu cukup panas, sepanas hatiku yang sudah bosan menunggu angkot kuning. Dan akhirnya penantian kami pun berakhir, angkot kuning no 10 muncul dari kejauhan. setelah dekat kami langsung melambaikan tangan untuk menghentikan mobil itu. Angkot ini cukup padat, sampai-sampai aku dan temanku harus duduk di bangku tempel. Di bawah terik mentari angkot melaju dengan cepatnya,sesekali berhenti bila ada penumpang yang mau turun dan mau naik. Di tengah perjalanan, kak Missi baru sadar ternyata  angkot yang kami tumpangi salah. Sempat aku merasa takut, tapi melihat ekspressi wajah kak Missi yang santai membuatku menjadi tenang kembali. “Mungkin kakak ini sering kali salah angkot”, ungkapku dalam hati. Kak Missi mencoba bertanya pada penumpang lain yang berada disampingnya, “mbak, angkot ini lewat jalan Dokter Mansyur ya?”. “Saya kurang tahu mbak”, jawabnya singkat. aku mulai melihat kegelisahan di wajah Kak Missi, dia menyuruh kami untuk bertanya kepada supirnya saja. Tapi tidak salah satu dari kami yang berani, karena supirnya itu seram. Lalu kak Missi memutuskan untuk bertanya kepada penumpang lain dengan pertanyaan yang sama dengan sebelumnya. “gak kak, angkot ini gak lewat dokter Mansyur, kakak harus nyambung lagi dari Pringgan”, jawabnya ramah.
“Pinggir pak” kata kak Missi. Otomatis angkot langsung berhenti. Satu per satu kami menuruni angkot kuning itu. Sembari menunggu angkot selanjutnya, kami sempat untuk mengabadikan momen salah angkot. Kami berfoto ria di bawah lampu merah dan panas terik. Kami memutuskan menyudahi foto-foto kami karena angkot sudah datang, aku lupa angkot nomor berapa. Dengan semangat kami menaiki angkot ini. aku melihat jam tanganku sudah jam setengah 3 lewat. “Aduh, terlambat lah ini”, pikirku. “Tapi bisalah alasan terlambatnya karena salah angkot”, pikirku lagi.

Friday, May 31, 2013

Galau Super Show 5 Super Junior

Bahagia dan sedih mengisi hati ku selama 2 hari ke depan. Bahagia bisa satu Negara dengan para idola ku. Ya, siapa yang tidak tahu mereka?siapa yang tidak kenal Super Junior. Saat ini mereka akan mengadakan konser Super Show 5 di Jakarta, tepatnya di Mata Elang Internasional Stadium, Ancol Jakarta Utara. Sungguh bahagia mereka datang lagi ke Negaraku. Konser ini bukanlah yang pertama kali diadakan di Indonesia, melainkan untuk kesekian kalinya. Aku bersyukur karena ku bisa menarik kesimpulan bahwa mereka merasa nyaman mengadakan konser di negaraku.


Meskipun mereka mengadakan konser untuk kesekian kalinya, tapi tetap saja kau tidak bisa melihat mereka. ketidakcukupan biaya membuatku harus menahan rindu untuk melihat mereka. coba saja mereka mengadaka konser di kota Medan pasti aku akan menyemarakkan acara itu. Aku masih ingat kata-kata temanku saat aku bilang aku pengen nonton SS5. Dia bilang seperti ini, “emangnya kalau kau bertemu mereka , apa yang akan kau lakukan?”. “Aku akan segera memeluk mereka dan berfoto bersama”, jawabku lantang. Setelah itu, selesai kan”, ungkapnya lagi. Aku terdiam sejenak mendengar pernyataan itu. “Momen itu akan berakhir pada saat itu hanya karena kamu bukan ELF”, jawabku sambil berlalu meninggalkan dia.

Thursday, May 30, 2013

Hal Sepele yang Mendukakan Hati Tuhan

Saat mengikuti kebaktian di gereja, ada beberapa kegiatan  yang mungkin bukan lagi hal yang baru dilakukan oleh  jemaat. Termasuk diantaranya adalah bermain ponsel saat ibadah. Padahal sebelum memulai ibadah sudah diingatkan untuk menonaktifkan atau mensilentkan ponselnya.

Bahkan teman segerejaku mulai awal hingga ibadah berakhir, ponsel tak lepas dari tangannya. Terkadang dia senyum-senyum melihat ponselnya. Aku mengalihkan pandanganku ke tempat duduk bapak-bapak, dan aku melihat seorang bapak-bapak yang sedang menundukan kepalanya, kurasa dia sedang tidur.

Main-main hp atau ngantuk saat ibadah tentu saja tidak baik-patut. Itu sungguh memalukan sebagai kristen. Jika tak bisa menahan diri untuk tak bermain hp, lebih baik tak usah ke gereja. Atau jika tahu mau ibadah, sebaiknya jagalah kondisi tubuh bugar agar tak ngantuk saat ibadah. Masakan mau menghdap sang Pemilik Hidup kita mencle mencle, ngantuk-ngantuk dan asyik main hp. apakah kita menganggap lebih penting hp kita serta tidur kita ketimbang menjumpai Tuhan? Kurasa tidak! Memang ngantuk atau main hp dilakukan jemaat juga tak lepas dari penyampaian sang pengkotbah yang tidak bagus. Tentu, para pengkotbah harus sadar diri akan hal ini. Belajarlah menyampaikan kotbah secara menarik, renyah, tapi tetap alkitabiah. Bikinlah kotbah jadi dirindukan jemaat. Sehingga setiap akhir pekan mereka tak akan mau melewatkan momen ibadah tanpa mendengar kotbah. Aku yakin jemaat tidak akan berani main hp atau mulutnya menguap.

Wednesday, May 29, 2013

Menghadapi Ujian Final

Waktu ini sungguh cepat berlalu. Rasanya masih kemarin aku memasuki semester empat, tapi kini aku sudah berada pada dua minggu terakhir libur semester. Rasaku seperti secepat membalikkan tangan saja. Bahagia memang karena kurang lebih dua minggu lagi aku akan segera balik ke kampung tercinta, bertemu dengan orang-orang yang kukasihi dan yang mengasihiku. aku sungguh merindukan mereka, papa, mama, dan adik-adikku. Tapi sepertinya aku harus menahan rindu itu dulu, karena dua minggu terakhir ini adalah hari yang sangat melelahkan bagiku.
Lelah, jenuh, bosan, itulah yang kurasakan saat ini. Tapi tidak mungkin aku pergi meninggalkan semua ini. Semua ini sudah menjadi bagianku sebagai mahasiswa. Saat ini aku akan menghadapi ujian-ujian final dari semua mata kuliah. Ada pula mata kuliah yang menuntut tugas-tugas sebagai tiket tugas masuk ujian final. Bagi sebagian mahasiswa ini bukanlah masalah, tapi ada juga mahasiswa seperti saya yang masih mengeluh akan tugas-tugas final itu. Meskipun terkadang aku mengeluh, tapi aku tetap berusaha semangat menghadapinya. Karena kupikir tugas-tugas itu tidak akan selesai bila aku tidak mengerjakannya.